Aku menjalani masa-masa kuliahku dengan baik, menurutku. Setiap tugas kukerjakan dan aku mendapatkan nilai yang pantas untuknya. Skripsi aku selesaikan tepat pada waktunya dan akupun mendapat nilai memuaskan. Sungguh besar energi yang aku dedikasikan untuk masa masa belajarku.
Begitu lulus kuliah, aku ditawari pekerjaan oleh salah seorang temanku. Pekerjaan itu cukup bagus dan tentu diminati banyak orang. Tapi aku ingin rehat dulu setelah mengerahkan semua kemampuanku untuk menyelesaikan studiku. Aku ingin menikmati "hari-hari nyaman" tanpa beban. Sebentar saja. Nanti tiga empat bulan kemudian energiku akan pulih dan aku siap mengambil kesempatan untuk bekerja.
Itu adalah curhat-an salah seorang teman lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Sampai saat ini dia (temanku itu) masih tetap dalam "hari-hari nyaman" - nya yang kemudian menjadi sangat tidak nyaman. Ia sudah berusaha mencari pekerjaan kemana-mana tetapi tak satupun ia dapatkan.
Sekolah tidak hanya pada lembaga formal. Setiap apa yang terjadi dalam hidup ini adalah pelajaran
Sabtu, 12 Juli 2014
Jumat, 27 Juni 2014
TAMBAHKAN GLAZUR PADA ROTI ANDA
Jadi ingat dari buku yg pernah aku baca. Ada kalimat yang bunyinya begini: tambahkan glazur pada roti anda.
Mungkin anda mengira bahwa itu adalah petuah untuk tukang roti, agar rotinya diminati banyak orang dan banyak orang berbondong bondong membeli rotinya.
Bisa jadi.... Bisa jadi. Tapi sebetulnya petuah itu berlaku untuk kita semuanya. Yah anggap saja kita adalah seorang pedagang yg sedang menjual "sesuatu". Pastinya kita pengen banyak orang suka/berminat dengan apa yang kita jual. Minimal mereka betah berlama-lama berkunjung ke toko kita. Betah ngobrol dengan kita. Ikhlas mendengarkan apa yang kita omongin. Nah bila kita mau seperti itu maka berilah pembeli atau calon pembeli itu sesuatu yang akan membuat mereka kembali kepada kita.
Caranya?? Yah itu tadi. Tambahkan "sesuatu" yang bikin mereka berkesan. Kesan itu tak akan mereka lupakan dan membuat mereka kembali.
Mungkin anda mengira bahwa itu adalah petuah untuk tukang roti, agar rotinya diminati banyak orang dan banyak orang berbondong bondong membeli rotinya.
Bisa jadi.... Bisa jadi. Tapi sebetulnya petuah itu berlaku untuk kita semuanya. Yah anggap saja kita adalah seorang pedagang yg sedang menjual "sesuatu". Pastinya kita pengen banyak orang suka/berminat dengan apa yang kita jual. Minimal mereka betah berlama-lama berkunjung ke toko kita. Betah ngobrol dengan kita. Ikhlas mendengarkan apa yang kita omongin. Nah bila kita mau seperti itu maka berilah pembeli atau calon pembeli itu sesuatu yang akan membuat mereka kembali kepada kita.
Caranya?? Yah itu tadi. Tambahkan "sesuatu" yang bikin mereka berkesan. Kesan itu tak akan mereka lupakan dan membuat mereka kembali.
Rabu, 30 April 2014
Semua Tinggal Bagaimana Cara Anda Menggunakan
Suatu ketika saat seorang teman minta ijin mengcopy beberapa file dan kukatakan padanya: Ok aku kirimkan filenya lewat obrolan di FB ya! wajah mereka langsung berubah menjadi masam. FB lagi... FB lagi.
Begitulah, tidak sedikit orang yang menjauhi FB karena merasa neg dengan sosmed ini. Mereka beranggapan bahwa sosmed hanya sebagai sarana untuk curcol, up date status alay, mengumpat, menebar fitnah dan lain sebagainya. Munculnya masalah yang bersumber dari FB menguatkan anggapan miring mereka tentang sosmed.
Menurutku sih nggak bisa diklaim begitu rupa ya. Bahwa sebagian besar pengguna sosmed memanfaatkannya untuk curcol dan mengumpat memang aku akui. Tetapi aku rasa kita tidak harus ikut-ikutan seperti mereka. Banyak kok orang-orang yang memanfaatkan sosmed untuk hal-hal positif.
Para pengguna sosmed yang memiliki kesamaan minat membentuk grup, baik grup terbuka maupun grup tertutup. Masuk dalam grup yang mewadahi minat kita sangat menyenangkan. Di sana kita bisa berbagi ilmu.
Misalnya nih, aku sebagai guru kimia masuk menjadi anggota grup "Guru Kimia". Dalam grup itu aku bisa terlibat dalam diskusi atau cukup sebagai penyimak saja. Biarpun hanya sebagai penyimak tapi ilmunya dapat banget lo. Apa lagi kalau topik diskusinya sesuatu yang penting dan melibatkan pakar-pakar di bidangnya. Wah.... seperti berada di ruang seminar yang dihadiri oleh para pakar. Dengan menyimak diskusi mereka, aku yang semula tidak tahu jadi tahu. Apa lagi kalau bisa terlibat, wah seru sekali.
Pernah nih, waktu aku mendapat soal yang sulit dan aku share dalam grup itu. Kemudian ditanggapi oleh anggota-anggota lain. Kami saling melempar pertanyaan, melempar pendapat, berargumentasi sampai akhirnya kami mendapatkan jawabannya. Ini sungguh luar biasa. Belajar menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Seperti berada dalam sebuah forum ilmiah yang keren dan berbincang dengan orang hebat.
Aku juga menjadi anggota grup belajar merajut. Sebuah grup yang mewadahi kelompok orang-orang yang mempunyai hobi merajut. Ini juga tidak kalah seru. Anggota-anggota grup ini berlomba men-share karya mereka yang membuat anggota lain ngiler abis. Pengen membuat karya yang sama. Anggota-anggota grup ini juga saling berbagi ilmu, sehingga anggota yang sangat awam sekalipun menjadi bisa. Anggota-anggota yang sudah mahir menjadi mentor bagi anggota-anggota yang masih mulai belajar. Dan semua itu gratis. Bahkan kalau mau dilanjut untuk bisnis sekalipun sangat terbuka lebar karena beberapa anggota yang terlibat didalamnya memang pelaku bisnis.
Nah jadi kalau orang beranggapan pengguna sosmed itu orang-orang yang kurang kerjaan, menurutku kok nggak seratus persen bener ya. Semua tergantung dari bagaimana cara kita menggunakannya. Kalau mau menggunakannya untuk hal-hal positif sangat terbuka lebar kok. Pinter-pinter saja menggunakannya.
Ibarat pisau, kalau mau digunakan mengiris daging untuk kemudian memasaknya menjadi masakan lezat ya jadinya manfaat. Tapi kalau mau digunakan untuk mengiris tangan sendiri ya jadinya masuk rumah sakit deh.
Kalau menurut pendapat anda?
Begitulah, tidak sedikit orang yang menjauhi FB karena merasa neg dengan sosmed ini. Mereka beranggapan bahwa sosmed hanya sebagai sarana untuk curcol, up date status alay, mengumpat, menebar fitnah dan lain sebagainya. Munculnya masalah yang bersumber dari FB menguatkan anggapan miring mereka tentang sosmed.
Menurutku sih nggak bisa diklaim begitu rupa ya. Bahwa sebagian besar pengguna sosmed memanfaatkannya untuk curcol dan mengumpat memang aku akui. Tetapi aku rasa kita tidak harus ikut-ikutan seperti mereka. Banyak kok orang-orang yang memanfaatkan sosmed untuk hal-hal positif.
Para pengguna sosmed yang memiliki kesamaan minat membentuk grup, baik grup terbuka maupun grup tertutup. Masuk dalam grup yang mewadahi minat kita sangat menyenangkan. Di sana kita bisa berbagi ilmu.
Misalnya nih, aku sebagai guru kimia masuk menjadi anggota grup "Guru Kimia". Dalam grup itu aku bisa terlibat dalam diskusi atau cukup sebagai penyimak saja. Biarpun hanya sebagai penyimak tapi ilmunya dapat banget lo. Apa lagi kalau topik diskusinya sesuatu yang penting dan melibatkan pakar-pakar di bidangnya. Wah.... seperti berada di ruang seminar yang dihadiri oleh para pakar. Dengan menyimak diskusi mereka, aku yang semula tidak tahu jadi tahu. Apa lagi kalau bisa terlibat, wah seru sekali.
Pernah nih, waktu aku mendapat soal yang sulit dan aku share dalam grup itu. Kemudian ditanggapi oleh anggota-anggota lain. Kami saling melempar pertanyaan, melempar pendapat, berargumentasi sampai akhirnya kami mendapatkan jawabannya. Ini sungguh luar biasa. Belajar menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Seperti berada dalam sebuah forum ilmiah yang keren dan berbincang dengan orang hebat.
Aku juga menjadi anggota grup belajar merajut. Sebuah grup yang mewadahi kelompok orang-orang yang mempunyai hobi merajut. Ini juga tidak kalah seru. Anggota-anggota grup ini berlomba men-share karya mereka yang membuat anggota lain ngiler abis. Pengen membuat karya yang sama. Anggota-anggota grup ini juga saling berbagi ilmu, sehingga anggota yang sangat awam sekalipun menjadi bisa. Anggota-anggota yang sudah mahir menjadi mentor bagi anggota-anggota yang masih mulai belajar. Dan semua itu gratis. Bahkan kalau mau dilanjut untuk bisnis sekalipun sangat terbuka lebar karena beberapa anggota yang terlibat didalamnya memang pelaku bisnis.
Nah jadi kalau orang beranggapan pengguna sosmed itu orang-orang yang kurang kerjaan, menurutku kok nggak seratus persen bener ya. Semua tergantung dari bagaimana cara kita menggunakannya. Kalau mau menggunakannya untuk hal-hal positif sangat terbuka lebar kok. Pinter-pinter saja menggunakannya.
Ibarat pisau, kalau mau digunakan mengiris daging untuk kemudian memasaknya menjadi masakan lezat ya jadinya manfaat. Tapi kalau mau digunakan untuk mengiris tangan sendiri ya jadinya masuk rumah sakit deh.
Kalau menurut pendapat anda?
Jumat, 28 Maret 2014
MESM
“Pelaksanaan kegiatan Mesm kali ini sangat menyenangkan.
Pesertanya termasuk kategori enak diatur”. Begitu komentar salah seorang crew
kegiatan Mesm yang diselenggarakan di Radio Mayangkara hari ini, Kamis tanggal
27 Maret 2014. Komentar senada disampaikan lagi di akhir acara. Ketika guru
pendamping berdiri berjajar di depan dan peserta berjalan merambat bergantian
menyalami beliau-beliau, kembali salah seorang crew memberikan komentar
positifnya. “Hari ini guru pendampingnya banyak sekali. Ini menunjukkan bahwa
guru-guru kalian sangat peduli pada
kalian”
Tentu saja, komentar-komentar itu membuat dada saya terasa
sangat sesak karena bangga. Sebagai salah satu bagian dari institusi ini, apesiasi
positif itu tentu merupakan bentuk pengakuan terhadap prestasi kami. Bangga
juga karena menjadi guru dari anak-anak yang “dilihat” baik meski dalam
keseharian diperlukan perjuangan dan deraian air mata untuk mewujudkan semua
itu.
Rabu, 12 Maret 2014
BERBOHONG BUKANLAH PILIHAN
sumber gambar dari sini
Ketika anda berbohong, melalui diri anda, dunia melabeli
anda sebagai Pembohong. Sementara di tempat berbeda guru bijak menasehati
muridnya: Jauhi Pembohong.
Dengan kata lain sebagai seorang pembohong, kavling anda di
dunia ini semakin sempit. Anda tak akan bebas bergerak karena dimanapun anda
berada anda akan berbenturan dengan dinding keras, kavling orang lain. Itulah
sebabnya maka disarankan kepada anda tidak berbohong.
Anda pasti sudah sering mendengar bahwa nasihat pertama Nabi
untuk seorang yang ingin bertaubat adalah : Jangan berbohong. Berbohong itu
adalah pintu dari banyak dosa. Seorang pembunuhpun mengawali kejahatannya dengan berbohong.
Ibu, Ayo Dampingi Anak-Anak Menghadapi UN 2014
Moment ujian pengakhiran selalu penting. Banyak kegiatan
yang harus dikerjakan dan membuat jadwal kerja menjadi padat luar biasa. Tetapi
kali ini bukan masalah pekerjaan utama yang membuat “istimewa”. Ah tidak bisa dikatakan bukan utama juga sih.
Tahun ini, anak kedua mempersiapkan diri alih jenjang
pendidikan. Wush... istilahnya terlalu keren kali ya. Dia cuma akan berpindah
jenjang dari jenjang pendidikan dasar akhir ke jenjang pendidikan menengah.
Dari setingkat SMP ke tingkat SMA.
Perjuanganku dimulai dari awal semester ganjil. Aku melihat
dia sangat tidak antusias dengan urusan belajar. Selalu ada kegiatan lain yang
menyita perhatiannya. Kurasa dia memang berkebutuhan khusus. Dia bisa bertahan
beberapa jam berada di depan PC jadulnya untuk melakukan apa saja. Minatnya
pada desain grafis membuatku merasa menghadapi dilema.
Sabtu, 15 Februari 2014
Gunung Kelud Meletus
Sejak beberapa minggu yang lalu, terutama setelah letusan Gunung
Sinabung, berita tentang meningkatnya aktifitas
Gunung kelud juga semakin santer. Antara percaya dan tidak. Masalahnya cuaca.
Pada saat letusan efusif tahun 2007, cuaca benar-benar ekstrem. Suhu udara di
siang hari sangat sangat sangat panas.
Berada di luar atau di dalam ruangan sama saja. Panas sekali. Tapi kali
ini tidak terlalu. Kami merasakan panas yang menyengat tetapi tidak seperti
tujuh tahun yang lalu.Tanggal 12 Pebruari diberitakan status gunung kelud menjadi Siaga. Dari urutan kelima naik menjadi urutan kedua setelah Sinabung. Dalam hati masih tenang juga. Tanggal 13 Pebruari di sekolah berdiri tenda penanggulangan bencana. Persiapan Gunung Kelud meletus. Malam hari status Gunung Kelud meningkat menjadi awas dan akhirnya selang beberapa jam Gunung meletus.
Langganan:
Postingan (Atom)


