Sekian
tahun yang lalu, saat menghadiri sebuah reuni alumni aku mendapat pertanyaan seperti ini:
“Bu sebetulnya ukuran sukses itu apa sih?”. Yah, tak bisa dipungkiri. Reuni seringkali
mengakomodasi kegamangan. Pasalnya, di sana berkumpul orang-orang yang
pernah melewati bersam-sama
sebuah fase kehidupan dan melanjutkannya pada fase yang lain. Reuni mempertemukannya dengan kondisi yang berbeda.
Ada yang datang dan
terlihat bahagia. Tampil penuh
percaya diri. Memiliki kehidupan sosial ekonomi yang mapan. Sementara ada juga
yang terlihat kurang PD dan merasa tidak
bahagia.
Di
sanalah kemudian beredar gosip-gosip ringan
dan muncul dalam ungkapan, wah si anu sudah
sukses sekarang. "Gosip Kesuksesan" ini
bisa bikin miris yang merasa belum sukses lo. Akhirnya muncul perasaan gamang,
dan muncullah pertanyaan itu, ukuran sukses itu apa sih?