Tampilkan postingan dengan label berkebun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berkebun. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Desember 2013

Kebun Produktif Ku



Pernah suatu ketika seorang teman bertanya apakah aku memelihara ayam di rumah? Saat kujawab tidak, sontak ia melotot, seolah sesuatu yang aneh karena aku tidak memelihara ayam. Saat itu aku tertawa dan justru menganggap dia yang aneh. Tidak memelihara ayam saja kok heboh.  Tapi dia punya argumentasi yang tidak kalah hebohnya. Kita kan tinggal di desa. Punya ruang dan lahan untuk pelihara ayam. Selain itu memelihara ayam juga menguntungkan karena ayam-ayam itu yang akan menghabiskan makanan-makanan sisa kita. Pendek kata memelihara ayam itu menguntungkan dari berbagai sudut pandang. Pakan murah (karena memanfaatkan makanan sisa), bisa menikmati daging ayam gratis dan bahkan bisa menambah income karena harga ayam kampung lumayan mahal.
Saat itu aku memang hanya tertawa saja dan menganggap temanku itu terlalu njlimet mikirnya. Hidup kenapa dibuat serumit itu.  Memelihara ayam repot ngurusin kotorannya, harus memberi makan tiap hari dan belum lagi kalau be-ol dimana-mana. Bikin repot saja. Tapi kok sekarang  kupikir kata-kata temanku itu ada benarnya ya.