Hidup itu anugerah. Bener kan.
Dan hidup adalah kehendak. Ini juga betul.
Segala sesuatu yang hidup itu dalam ketentuannya.
Kapan kita dihidupkan, melalui rahim siapa kita dilahirkan, dari mana dan bagaimana cara kita hidup serta kapan dan bagaimana cara hidup kita berakhir pun sudah ditentukan.
Meyakininya sangat mudah.
Coba ingat ingat untuk hal hal seperti itu bisakah kita yang mengendalikan?
Sekolah tidak hanya pada lembaga formal. Setiap apa yang terjadi dalam hidup ini adalah pelajaran
Senin, 22 Desember 2014
Rabu, 26 November 2014
Mengenang guru di hari guru
![]() |
| foto guru diambil dari sini |
Selamat hari guru untuk semua guru!
Hari ini Selasa tanggal 25 Nopember diperingati sebagai hari Guru. Banyak hal
dilakukan untuk memperingati hari guru. Mulai dari memperingati di sekolah
dengan melibatkan guru sebagai petugasnya, saling mengirimkan pesan selamat dan
juga bersilaturahmi kerumah guru.
Saya juga ingin memperingati hari
guru ini dengan caraku sendiri yaitu mengenang guruku.
Selasa, 19 Agustus 2014
Pahitnya buah Pare
![]() |
| tumis pare |
Maka ketika suamiku memperkenalkan tanaman berdaun menjari itu sebagai pare, aku nggak ngeh banget. Biarpun aku belum pernah ngrrasain tapi melihat tampilan fisiknya saja sudah hilang selera.
Tanaman itu ditanam di dekat pintu keluar. Si pare tumbuh dengan suburnya. Dibanding tanaman lain ia juga lebih cepat berbuah. Dahannya nlolor ke mana mana sampai keluar pagar.
"Asyik ada pare!"
Itu komentar tetanggaku yang rupanya suka makan pare.
Syukurlah ada yang doyan, pikirku. Dari pada repot memanfaatkan. Akhirnya kami sepakat buah diluar pagar dia yang olah. Sedang yang didalam pagar bagianku.
Buah pertama, dipeloyotin sja sampai berwarga kuning. Buah kedua dipetik tapi dibiarkan ngendon di dalam kulkas selama berhari hari. Akhirnya nggak tega juga. Maka mulailah cari resep olahan pare.
Lupa nemu dimana, tapi masaknya mirip dengan membuat tumis daun pepaya. Perlakuan terhadap pare sebelum dimasak diremas remas dengan garam (mungkin untuk menghilangkan rasa pahitnya). Sedang pada bumbu halusnya ditambahkan jahe dan kunyit juga ditambahkan teri.
Nggak sampai sepuluh menit masakan itu jadi. Setelah dicicipi ternyata........... Nikmat sekali.
Sekolah VS Orangtua
Masuk
pondok adalah program wajib yang harus diikuti oleh semua siswa di semua
tingkatan. Siswa kelas XI dan kelas XII masuk pondok selama lima hari sedangkan
siswa kelas X masuk pondok selama tiga hari. Selama mereka tinggal di dalam
pondok, mereka wajib mengikuti semua aturan yang berlaku di pondok tersebut,
yang pasti berbeda dengan aturan yang ada di rumah ataupun di sekolah.
Di
antara aturan pondok yang harus dipatuhi adalah: tidak membawa HP. Kalau ada
yang membawa HP maka harus diserahkan kepada pengurus pondok untuk diamankan.
Dilarang membawa uang berlebihan. Di larang memakai perhiasan yang berlebihan.
Tidak boleh menerima tamu pria selama di pondok, siswa masuk pondok dan pulang
saat kegiatan sudahberakhir) harus diantar jemput oleh orangtua dan setiap siswa diwajibkan mengikuti semua
kegiatan yang dilakukan di pondok. Sekolah memandang baik autran tersebut dan
mendukung sepenuhnya.
Tetapi
tidak demikian dengan orangtua. Banyak juga orangtua yang tidak mendukung
program sekolah. Mereka seperti dengan sengaja mengabaikan peraturan yang
sebetulnya justru untuk melindungi anak-anak mereka. Misalnya urusan antar
jemput. Dalam edaran sudah disampaikan bahwa siswa datang ke pondok diantar
oleh orangtua, demikian juga saat siswa keluar dari pondok, juga harus dijemput
oleh orangtua. Peraturan ini sama sekali tidak bermaksud untuk merepotkan orang
tua melainkan untuk melindungi anak-anak mereka. Bayangkan seandainya anak
mereka diantar dan dijemput cowok
mereka. Mereka tidak langsung pulang ke rumah tetapi mampir ke tempat lain dan
terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Berapa banyak sudah kasus pelecehan
seksual terjadi di luar sana yang disebabkan karena hal-hal kecil diabaikan
yaitu, pemantauan orangtua.
Ada
juga aturan dilarang menerima tamu laki-laki selain orangtua mereka. Aturan
tidak boleh membawa HP dan harus menyerahkan HP mereka untuk diamankan selama
berada di pondok. Beberapa orangtua menganggap hal ini terlalu berlebihan.
Terlalu mengekang. Padahal sudah terbukti banyak anak-anak yang memanfaatkan
kesempatan untuk bertemu dengan pacarnya atau berhubungan lewat sms. Dan
ujungnya (hampir) selalu bencana.
Keluarga
vs sekolah. Kalau keduanya saling bertentangan dan tidak sepaham dalam
menentukan apa yang seharusnya untuk anak-anak, maka yang terjadi adalah
benturan. Dan hal itu akan mengakibatkan pertentangan batin pada anak-anak. Mereka akan
cenderung berlindung pada hal-hal yang menguntungkan mereka dan mengabaikan yang dianggap merugikan mereka. Padahal mereka tidak (belum) sepenuhnya
menyadari apa yang terbaik untuk diri mereka sendiri.
Awalnya
pembiasaan baik seperti menyiksa mereka. Tetapi itulah yang terbaik untuk
mereka dikemudian hari. Analog yang paling sederhana adalah ketika anak-anak
sakit. Mereka diharuskan minum obat. Pahit. Mereka tidak suka. Memaksa mereka
untuk tetap minum obat itu tampaknya menyiksa mereka. Tapi tindakan itu akan
menyembuhkan mereka dari penyakit. Ketika anak minta sirup dan orang tua
memberikannya, tampaknya tindakan itu adalah bentuk kasih sayang tapi ujungnya
justru menyiksa mereka di kemudian hari.
Ketika
anak-anak melanggar aturan dan mendapatkan sanksi, banyak orangtua yang tidak
tega dan menginginkan anak-anak mereka terbebas dari sanksi. Tanpa mereka sadari, tindakan mereka itu
membentuk pemahaman yang sangat menjerumuskan bagi anak-anak mereka. Membentuk
kepribadian yang lemah, tidak tahan uji dan mudah menyerah.
Apakah
sanksi ini diberlakukan untuk semua siswa? Saya hanya ingin anak saya
diperlakukan adil. Pertanyaan ini adalah bentuk lain dari protes mereka. Pembelaan
secara vulgar oleh orang tua akan membuat anak-anak merendahkan institusi
pendidikan. Mereka merasa memiliki pelindung yang akan meluluskan semua
keinginan mereka, yaitu orangtua mereka.
Setiap yang mereka alami adalah pengalaman belajar. Pertentangan sekolah dan orangtua yang mereka saksikan secara kasat mata akan menorehkan pengalaman belajar yang buruk bagi mereka dan akan melemahkan karakter mereka.
Maka perlu sekali kerja sama antara sekolah dan orangtua untuk mengantarkan mereka menjadi orang baik dikemudian hari. Sukses dan berbakti kepada orangtua.
Maka perlu sekali kerja sama antara sekolah dan orangtua untuk mengantarkan mereka menjadi orang baik dikemudian hari. Sukses dan berbakti kepada orangtua.
Senin, 11 Agustus 2014
Jodoh tak kan lari Kemana
Ada seorang ABG yang bertanya tentang mengapa cewek pada
umumnya lebih memilih cowok nakal, urakan dan tidak punya tata krama sebagai
pacarnya dibandingkan dengan cowok baik gak aneh-aneh dan santun. Pertanyaan itu ditulis di statusnya dan
dikomentari oleh beberapa orang temannya.
gambar diambil dari sini
Aku yang sudah tidak seusia dengan mereka, tetap merasa
tergelitik untuk menyimak bagaimana para ABG menyikapi masalah seperti ini. Di
kelas, pertanyaan pertanyaan seperti ini tidak pernah muncul. Tidak pernah
juga menjadi topik diskusi.Tetapi faktanya cukup merisaukan mereka. Ini adalah
masalah penting bagi mereka.
Mereka memperbincangkannya. Ada sebagian yang pro
dan sebagian yang lain kontra. Tapi semua mempunyai argumen untuk mendukung
alasan mereka.
Cowok nakal, urakan dan tak punya sopan santun atau cowok
baik, sederhana dan santun adalah pilihan. Namanya pilihan dan setiap pilihan
selalu berujung pada konsekwensi maka ya terserah pada sang pemilih. Karena toh
yang akan menanggung konsekwensinya ya mereka sendiri. Tapi menarik untuk
menyimak apa yang menjadi dasar pemikiran mereka.
Sabtu, 12 Juli 2014
Jangan abaikan kesempatan pertama
Aku menjalani masa-masa kuliahku dengan baik, menurutku. Setiap tugas kukerjakan dan aku mendapatkan nilai yang pantas untuknya. Skripsi aku selesaikan tepat pada waktunya dan akupun mendapat nilai memuaskan. Sungguh besar energi yang aku dedikasikan untuk masa masa belajarku.
Begitu lulus kuliah, aku ditawari pekerjaan oleh salah seorang temanku. Pekerjaan itu cukup bagus dan tentu diminati banyak orang. Tapi aku ingin rehat dulu setelah mengerahkan semua kemampuanku untuk menyelesaikan studiku. Aku ingin menikmati "hari-hari nyaman" tanpa beban. Sebentar saja. Nanti tiga empat bulan kemudian energiku akan pulih dan aku siap mengambil kesempatan untuk bekerja.
Itu adalah curhat-an salah seorang teman lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Sampai saat ini dia (temanku itu) masih tetap dalam "hari-hari nyaman" - nya yang kemudian menjadi sangat tidak nyaman. Ia sudah berusaha mencari pekerjaan kemana-mana tetapi tak satupun ia dapatkan.
Begitu lulus kuliah, aku ditawari pekerjaan oleh salah seorang temanku. Pekerjaan itu cukup bagus dan tentu diminati banyak orang. Tapi aku ingin rehat dulu setelah mengerahkan semua kemampuanku untuk menyelesaikan studiku. Aku ingin menikmati "hari-hari nyaman" tanpa beban. Sebentar saja. Nanti tiga empat bulan kemudian energiku akan pulih dan aku siap mengambil kesempatan untuk bekerja.
Itu adalah curhat-an salah seorang teman lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Sampai saat ini dia (temanku itu) masih tetap dalam "hari-hari nyaman" - nya yang kemudian menjadi sangat tidak nyaman. Ia sudah berusaha mencari pekerjaan kemana-mana tetapi tak satupun ia dapatkan.
Jumat, 27 Juni 2014
TAMBAHKAN GLAZUR PADA ROTI ANDA
Jadi ingat dari buku yg pernah aku baca. Ada kalimat yang bunyinya begini: tambahkan glazur pada roti anda.
Mungkin anda mengira bahwa itu adalah petuah untuk tukang roti, agar rotinya diminati banyak orang dan banyak orang berbondong bondong membeli rotinya.
Bisa jadi.... Bisa jadi. Tapi sebetulnya petuah itu berlaku untuk kita semuanya. Yah anggap saja kita adalah seorang pedagang yg sedang menjual "sesuatu". Pastinya kita pengen banyak orang suka/berminat dengan apa yang kita jual. Minimal mereka betah berlama-lama berkunjung ke toko kita. Betah ngobrol dengan kita. Ikhlas mendengarkan apa yang kita omongin. Nah bila kita mau seperti itu maka berilah pembeli atau calon pembeli itu sesuatu yang akan membuat mereka kembali kepada kita.
Caranya?? Yah itu tadi. Tambahkan "sesuatu" yang bikin mereka berkesan. Kesan itu tak akan mereka lupakan dan membuat mereka kembali.
Mungkin anda mengira bahwa itu adalah petuah untuk tukang roti, agar rotinya diminati banyak orang dan banyak orang berbondong bondong membeli rotinya.
Bisa jadi.... Bisa jadi. Tapi sebetulnya petuah itu berlaku untuk kita semuanya. Yah anggap saja kita adalah seorang pedagang yg sedang menjual "sesuatu". Pastinya kita pengen banyak orang suka/berminat dengan apa yang kita jual. Minimal mereka betah berlama-lama berkunjung ke toko kita. Betah ngobrol dengan kita. Ikhlas mendengarkan apa yang kita omongin. Nah bila kita mau seperti itu maka berilah pembeli atau calon pembeli itu sesuatu yang akan membuat mereka kembali kepada kita.
Caranya?? Yah itu tadi. Tambahkan "sesuatu" yang bikin mereka berkesan. Kesan itu tak akan mereka lupakan dan membuat mereka kembali.
Langganan:
Postingan (Atom)

