gambar dari
sini
Kami duduk
saling berhadapan. Aku adalah wali kelas dan cowok kerempeng di depanku ini
adalah siswa perwalianku. Pertemuan kami pagi ini sebetulnya adalah sebuah
perintah. Perintah dari wakasis kepadaku untuk melakukan pembinaan kepada siswa
perwalianku. Kesalahan utama cowok ini adalah selalu melanggar aturan sekolah. Tidak
menggunakan atribut sekolah dengan lengkap saat mengikuti upacara. Baju tidak
dimasukkan saat kegiatan pembelajaran. Sering terlambat dan serentetan
pelanggaran yang lain.
Pelaku
pelanggaran tata tertib sekolah seperti cowok ini banyak sekali. Menghukum mereka
sepertinya tidak membuat mereka jera. Mereka selalu mengulang dan mengulanginya
lagi. Pembinaan apa lagi yang harus kulakukan. Yang keras saja tidak mempan apalagi
hanya sekedar kata-kata yang bisa saja tidak mereka dengar meski tampaknya
mereka dengarkan.
“Boleh tahu
nggak, apa alasanmu sehingga kamu sering sekali melanggar aturan sekolah?”
Kulontarkan pertanyaan
kepadanya. Pertanyaan yang mungkin tidak penting.
“Saya paling
tidak suka disuruh-suruh. Tidak suka diatur-atur. Kalau ada orang mengatur
saya, saya merasa orang itu merendahkan saya, dan saya akan melawannya. Agar orang
itu tahu bahwa saya bukan orang yang bisa direndahkan”