Kamis, 15 September 2016

Serba Serbi Penilaian

Pagi-pagi disuguhi lelucon. Ceritanya aku memberi ujian praktek Simdig, untuk aplikasi pengolah kata. Mereka harus menerapkan beberapa pemformatan dokumen yang sudah dipelajari bersama. Hasil pekerjaan harus diemailkan dengan batasan waktu tidak lebih dari 1x24 jam.

Kamis, 01 September 2016

Bunda, Belajar Yuk




sumber gambar
Anda seorang ibu yang merasa dipusingkan oleh perilaku buruk anak anda? Anda tidak sendirian. Anda adalah salah satu dari sekian juta ibu yang merasakan hal yang sama. Mari kita ingat bagaimana kita merasa “tak punya muka” ketika anak kita dengan setengah berteriak mengatakan “Tidak!! Pada tante cantik yang memberinya donat yummy. Ada lagi. Yang ini lebih parah. Teman baik anda  menawarkan berbagi tempat duduk kepada anak anda yang rewel, tetapi mendapat umpatan kasar seperti: nggak mau! Kamu jelek!!  Pasti, saat itu juga, pilihan terbaik bagi anda adalah kabur dari tempat itu. Ya kan?

Kamis, 18 Agustus 2016

Wahai Anak Muda

Wahai anak muda, bersemangatlah. Kalian akan menghadapi dunia yang semakin sulit. Persaingan semakin ketat. Bila tak bisa memenangkan persaingan, kalian akan tergusur.

Selagi muda, bekerjalah lebih dan lebih keras lagi. Kalian masih mempunyai stok energi yang cukup banyak. Otak kalian masih fresh untuk berpikir. Tenaga kalian masih sangat kuat. Ibarat baterei masih full. 

Jadi, sayang kan kalau tidak dimanfaatkan. Ayolah. Selagi bisa. Selagi mampu. Energi yang demikian besar itu akan bertambah besar bila kalian manfaatkan, tetapi akan berkurang, semakin menyusut atau bahkan akan habis bila kalian abaikan. 

Minggu, 14 Agustus 2016

Semangat Ya Ami




sumber gambar
Ada sesuatu yang tiba tiba ingin aku muntahkan di sini. Eit jangan kabur dulu ya.  Muntahanku bukan apa yang ada diperutku kok,  tapi apa yang ada di hatiku.  Iyah.  Rasa yang ada di sana noh.


Begini, ada pertanyaan besar dibenakku. Ini bermula ketika Ami cerita bahwa ia mulai galau karena selalu mendapat pertanyaan yang bikin dia gerah.  Jadi gini, Ami itu kan anak SMK. Jurusan Multi media. Kelas XII. Artinya, setahun lagi ia sudah harus menentukan kemana ia harus melanjutkan pendidikannya. Meskipun lulus SMK tidak harus melanjutkan kuliah, tapi doi belum siap kalau harus kerja. Ia pengen kuliah dan minatnya adalah bahasa.

Minggu, 07 Agustus 2016

Tampilan Baru


Tampil baru euy. Bosan dengan template lama, coba coba deh ganti template. Masih template yang ada. Agak terganggu dengan ukuran font yang terlalu kecil.

Cari... cari.... dan cari. Semoga berhasil


Semoga berhasil 


 

Mengulik Esensi Jadulan



Alhamdulillah, berakhir juga pekan jadulnya. Mulai besok kembali pada pemberlakuan seragam sekolah seperti biasa. Ah selama seminggu menjalani instruksi memakai pakaian jadul dada ini terasa sesak. 
Bagaimana tidak, aku menyaksikan pakaian “pating cloneh” menghiasi sekolah. Bukan tidak suka dengan warna warni dan model jadulnya. Tapi entah kenapa risih saja melihat remaja remaja memakai pakaian yang (menurutku) tidak pada tempatnya. Sekali waktu aku mendapati seorang siswa memakai celana berbahan semi kaos yang ketat dipadu dengan hem batik. Kali lain mendapati siswi memakai pakaian ala simbok  yang seksi dengan terlihat belahan dadanya. Ada juga yang pakai kebaya dengan ujung ditali seperti yang sering kulihat dulu digunakan oleh perempuan perempuan tukang tandur. Ada lagi siswi yang mengenakan rok full klok yang super pendek, sepaha. Entahlah itu rok jadulnya dimana. 

Senin, 25 Juli 2016

Jangan Pernah Berharap Kepada Manusia

Pernah mendengar nasehat seperti itu dari orang yang alim. Awalnya nasehat itu seperti nasehat-nasehat lain. Sebagai kata bijak yang sangat menyejukkan. Diingat. Dihafal dan diulang ulang. Tapi sungguh, memaknainya membutuhkan proses dan kepahitan.

Dulu aku punya seorang sahabat yang sangat karib. Saking karibnya aku dan dia kemana-mana berdua. Aku suka-suka aja diajak kesana ke mari untuk menyelesaikan urusannya. Bahkan aku sering sekali menomorduakan urusanku sendiri kalau sahabatku ini memintaku melakukan sesuatu.
Nah suatu ketika, aku mendapat musibah kecil. Aku sangat membutuhkan bantuan. Kurasa, sahabatku punya kemampuan untuk menolongku. Tetapi faktanya, ia bilang tidak bisa. Huuuu,  serasa dapat zonk deh. Aku kecewa berat karena merasa ia tidak adil.

Ah tapi kejadian itu adalah kejadian duluuuuu sekali ketika aku masih SMA. Dan celakanya kejadian seperti itu berulang, berulang dan berulang sampai sekarang. Tapi setiap kali kejadian itu berulang, nasehat dari sang guru terngiang kembali. Jangan pernah berharap kepada manusia.  Yah, jangan pernah berharap kepada manusia kalau tidak ingin kecewa.

Pertolongan Allah itu bisa lewat tangan siapapun. Bisa jadi ia melalui tangan orang yang tidak pernah kita kenal sebelumnya. Bahkan bisa jadi ia melalui tangan orang yang tidak kita kehendaki. Masyaalllah, sungguh hanya Dia yang kuasa mengentaskan hambaNya dari kesulitan.

Itulah sebabnya, maka jangan pernah juga melakukan sesuatu karena manusia. Kalau ingin berbuat baik ya jangan karena manusia. Kalau ingin menolak melakukan sesuatu juga jangan karena manusia. Kalau bekerja juga jangan karena manusia. Singkat kata, apapun yang kita lakukan jangan karena manusia. Semua berasal dariNya dan akan kembali kepadaNya.

Beberapa kali peristiwa serupa terjadi. Ujungnya, aku mentertawakan diriku sendiri.  Sudah dibilang Jangan! Eh ngotot.