Terdapat satu hukum Tuhan di dunia ini, Yakni barangsiapa
yang takabur dan menyombongkan dirinya, maka niscaya ia akan menjadi makhluk
yang terhina dan dihinakan. Dan barang siapa yang tawadhu dan merendahkan
dirinya, maka niscaya ia akan menjadi makhluk yang mulia dan dimuliakan (Laa
Tahinuu walaa tahzanu: 17)
Sekolah tidak hanya pada lembaga formal. Setiap apa yang terjadi dalam hidup ini adalah pelajaran
Rabu, 06 Juni 2012
Sabtu, 26 Mei 2012
Kok Salah??
Ada yang tahu nggak faktor penyebab
jatuhnya pesawat Sukhoi?
Dari beberapa kali browsing (karena
penasaran) aku tertarik pada salah satu pendapat bahwa ada kemungkinan factor
penyebab jatuhnya Pesawat itu adalah karena sang pilot tidak tepat dalam
memahami petunjuk dari petugas. Hal itu menyebabkan ia mengambil keputusan yang
salah. Turun pada ketinggian 6000 kaki.
Terlepas dari benar atau salah pendapat tersebut aku mencatat satu hal
yang sangat penting yaitu: kesalahan memahami instruksi dapat berakibat sangat
fatal.
Rabu, 23 Mei 2012
Makna Sukses
oleh Endah Siel pada 23 Mei 2012 pukul 15:24 ·
Kalau
aku tanya pada seorang anak kecil tentang cita-cita mereka, aku sering
mendapat jawaban seperti ini: ingin menjadi dokter, ingin menjadi pilot,
ingin menjadi tentara, ingin menjadi penyanyi dan lain sebagainya.
Kalau yang aku tanya seorang remaja tentang cita-cita mereka, umumnya
jawaban yang aku terima adalah : ingin menjadi orang sukses. Kalau
kuminta jawaban yang lebih spesifik untuk jawaban tersebut umumnya : ya
sukses, biar bisa membalas kebaikan orang tua, membahagiakan orang tua
dan sejenisnya.
Senin, 21 Mei 2012
Solusi Cerdas
Kami menghadapi masalah. Satu-satunya seterika yang
kami miliki mbegot, nggak mau
menjalankan tugasnya dengan baik. Biarpun sudah dicolok ke arus listrik tetap
saja arusnya gak mau masuk ke elemen, sehingga benda elektronik yang seharusnya
mengubah energi listrik menjadi energi panas itu nggak berfungsi sebagaimana
seharusnya.
“Ouw” teriak Ami sambil menutup
kedua telinganya, seolah-olah hal itu menjadi sebuah bencana besar baginya. Ia memang agak akrab dengan konduktor panas
itu. Masalahnya setiap malam senin, rabu dan jum”at ia selalu menggunakannya
untuk menyeterika seragam. Rupanya dia nggak cukup PD berangkat sekolah dengan
baju kurang licin.
“Tampaknya kita harus beli seterika nih”
kata sambil melirikku.
“Ho…ho. Tidak sekarang anak manis”
kataku sambil sedikit melotot.
“Sudah, bajumu ditindih bantal saja.
Pagi-pagi pasti dijamin licin” seloroh ayahnya yang langsung disambut dengan
cemberut.
Minggu, 22 April 2012
berpikir positif... ternyata tidak sulit
Sungguh
sangat tidak fair menurutku. Sikap
mereka sangat menyakitkan. Acuh, cuek dan terkesan merendahkan. Mereka seperti
dengan sengaja menunjukkan rasa tidak sukanya kepadaku. Padahal, sebetulnya apa salahku? Aku telah melakukan tugas sebagaimana seharusnya.
Sesuai prosedur yang berlaku. Aku bersedia mempertanggungjawabkan apa yang aku
lakukan.
Seharusnya,
kalau menurut mereka aku telah melakukan kesalahan, mereka bertanya kepaku.
Memintaku untuk memberikan klarifikasi.
Nah ini tidak. Tanpa tahu apa yang dituduhkan padaku, beberapa orang
mendadak sontak berubah sikap kepadaku. Mending perubahan itu menjadi sikap
yang lebih baik. Ini malah menjadi sangat menyakitkan.
Kamis, 05 April 2012
KALAU KITA MENJUAL DIRI…….?
Ups… menjual
diri!! Human Trafficking donk. Nanti dulu.
Menjual diri yang ini bukan menjual diri yang berkonotasi negatif, tapi
positif. Kok bisa?
Pada dasarnya
setiap orang itu ingin eksis. Ingin diakui oleh siapapun. Tidak ingin diremehkan
apa lagi dipandang sebelah mata. Contoh konkritnya ketika ketika berbicara,
menyampaikan sesuatu. Kita pasti ingin orang mendengar apa yang kita bicarakan.
Bahkan tidak hanya sekedar mendengarkan, kita ingin orang lain merespon apa
yang kita katakan. Bila kita bicara dan orang lain mengabaikannya maka sungguh
kita akan merasa sangat kecewa.
Ganti Kacamata Yuks
Suatu hari datang seorang siswa
menyampaikan curhatnya kepadaku. Ia datang dengan wajah yang sangat kusut.
Rupanya ia sedang menghadapi masalah. Benar saja. Beberapa detik setelah
kalimat pertamanya keluar, curahan kata hati nya muncrat semua. Seperti bendungan
yang baru saja pintu airnya terbuka. Ia bercerita bagaimana tidak nyamannya dia
di rumah. Ibunya sangat cerewet. Semua yang dilakukannya salah. Menurutnya ia
sudah berbuat yang benar tetapi selalu saja dianggap salah. Ia benci dengan
ayahnya yang selalu menganggapnya anak kecil. Tidak pernah mempercayai
kata-katanya. Ia sebal dengan kakaknya yang sok pinter. Ia benci sama adiknya
gak gak pernah mau nurut kalau diberi nasehat. Berjam-jam ia bercerita tentang
dukanya menghadapi orang-orang brengsek di rumahnya.
Langganan:
Postingan (Atom)

